serve all & take nothing

Archive for the ‘Puisi’ Category

Biarlah

Posted on: Desember 31, 2008

Aku harus mengakhiri

Karena aku tak sanggup memulai

Biar…..

Biarlah angin terus berhembus

Mencari celah di suatu lembah

Tuk Beri sejuk bagi sang pemuja

Biarlah air terus mengalir

Berjalan damai menuju hilir

Hingga tiba saatnya bermuara

Dalam pelukan samudera

Biarlah  burung terbang melayang

Menjamah mega mencari sarang

Tuk temukan kehangatan

Dan Biarlah perahu tetap berlayar

Mencari satu dermaga

Tuk melempar sauh dan berlabuh

Selamanya……………

Iklan

Angin

Posted on: Maret 22, 2008

Angin datang kapanpun ia mau
Anginpun pergi tanpa pernah kusadari
Angin takkan tinggal disini
Karena Angin bukan milikku
Angin tak pernah jadi milikku
Angin hanya milik alam
Angin hanya milik Ia Yang Maha Besar
Meski ia bertiup kencang
Atau menghembus nafas semilir
Hingga menyentuh nadi disukmaku
Aku takkan pernah mampu melihat wujudnya
Aku tiada mampu menyentuh tubuhnya
Namun di setiap denyut jantungku
Dapat kurasakan hadirnya memelukku
Memainkan helai rambutku hingga melayang
Mencatatkan nafas yang diberikan padaku

Dps,22 Maret’08

Sederet nama itu, aku tak lupa
Seraut wajah itu, aku tak lupa
Senyum dibibir itu, aku tak lupa
Suara-suara yang terdengar sepanjang jalan, aku tak lupa
Tawa yang membahana setiap hari, aku tak lupa
Dekapan lembut sang malam, aku tak lupa
Rengkuhan hangat tangan malam, aku tak lupa
Dan kecupan manis angin, akupun tak lupa
Aku tak pernah lupa..
Hingga kini aku tak lupa..

Dps,06 Februari’08

aku membaca sesuatu
dan terhenyak sadari segala kelemahanku
sesak..dan penuh melimpah ruah
malu pada diri karena kesalahan
malu pada dunia karena kekurangan
malu padaNya karena kekhilafan
jiwa bagai terhanyut pusaran waktu
segalanya berpendar dan berputar
inginku bersembunyi dan menjauh dari pandangan
tapi bukankah itu berarti kekalahan?
kalah pada diri sendiri?
aku tak ingin ditaklukan nafsu
aku tak ingin dikuasai indera dan rasa
aku tak ingin mereka menjadi kusir dalam hidupku
akulah yang akan menjadi kusir mereka
akulah yang harus menjaga mereka
dan akulah yang akan mengatur mereka
karena aku..takkan kalah pada diri sendiri
aku tak ingin kalah pada diri sendiri

Dps,12 Jan’08,tetap semangat..!!

Aku mencintaimu apa adanya
Layaknya angin yang setia bertiup semilir
Memainkan helai daun dan rerumputan

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai langit yang menerima awan
Terbang melayang menemani

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai sungai yang mengijinkan air
Mengalir mengikuti lekuk tubuhnya menuju hilir

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai bumi senantiasa setia
Menanti hangat mentari di kala pagi

Aku mencintaimu apa adanya
Melebihi kata-kata yang mampu terucap
Tuk yakinkan bahwa aku mencintaimu apa adanya
Dan aku mencintaimu apa adanya
Mencintaimu kini dan nanti

Dps,03 Januari’08

Sgalanya berubah kini
Kala kulihat bayangan ilusi
Berjalan meninggi
Muak hati ini menatapnya pergi
Seolah menatap bayang yang tiada kukenali
Tanyapun menghampiri
Datang dan mengganggu sang hati berkali-kali
Mengapa hatimu kian meninggi?
Mengapa keakuanmu membuat kau lupa diri?
Keangkuhanmu menyakiti tanpa kau sadari
Haruskah aku berteriak dari sini?
Sekedar mengingatkanmu akupun punya hati
Aku tak ingin disakiti
Tidak olehmu atau siapapun di dunia ini

Dps,03 Januari’08
 

Tahun 2007 kan segera berlalu
2008 telah menanti didepan pintu
Tiba saatnya menghitung mundur waktu
Mulai dari tiga, dua dan satu
Eh tapi tunggu dulu..
Sudah siapkah aku?
Apa rencana dan agenda diriku di tahun baru?
Pastinya ingin merubah diri selalu
Berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu
Dapat kerjaan baru?
Punya rumah baru?
atau menikah di tahun itu?
Semua itu keinginan duniawiku
tapi yang jelas satu lagi keinginanku
Mari sambut sang tahun baru
Dengan doa dari semua umat tentu..
Memohon kedamaian dihati dan dibumi selalu
Selamat tahun baru..
Sambutlah dengan keceriaan hatimu..