serve all & take nothing

Archive for the ‘Cerpen’ Category

Langit malam ini muram, sejak sore tadi mendung membayangi wajah kota Denpasar yang biasanya cerah di bawah sinar bulan. Ade bergelung di bawah selimut, sambil sesekali memainkan handphone yang tergeletak di sampingnya. Dengan wajah bimbang ia mengambil namun kemudian meletakkannya kembali.

“Telp…?? nggak..?? telp..?? nggak..??” ia membatin. “Kenapa perasaanku ga enak begini sih..?” keluhnya sendiri.

Baca entri selengkapnya »

Senja memantulkan wajahnya diatas cermin laut, semburat lembayung menciptakan siluet tubuh dua manusia di atas batu. Keduanya termenung, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Tak ada suara, hanya deburan ombak memecah karang dan sesekali mencium bibir pantai.
“mengapa? mengapa semua ini harus melewati hidupku?”
“mengapa sesaat Tuhan memilihku untuk menemanimu, dan tanpa kuharapkan Ia memberikan orang lain untukmu” laki-laki itu tiba-tiba berbicara memecah kebekuan. Wajah tirusnya menunduk dengan mata sayu. Sementara wanita Baca entri selengkapnya »