serve all & take nothing

Aku mencintaimu apa adanya

Posted on: Januari 4, 2008

Aku mencintaimu apa adanya
Layaknya angin yang setia bertiup semilir
Memainkan helai daun dan rerumputan

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai langit yang menerima awan
Terbang melayang menemani

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai sungai yang mengijinkan air
Mengalir mengikuti lekuk tubuhnya menuju hilir

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai bumi senantiasa setia
Menanti hangat mentari di kala pagi

Aku mencintaimu apa adanya
Melebihi kata-kata yang mampu terucap
Tuk yakinkan bahwa aku mencintaimu apa adanya
Dan aku mencintaimu apa adanya
Mencintaimu kini dan nanti

Dps,03 Januari’08

21 Tanggapan to "Aku mencintaimu apa adanya"

How lucky the person that you love….

jangan berharap lebih dari apa adanya, sebab kalau kita mencintai apa yang tidak ada padanya berarti itu orang lain kan?
btw, tulisan yang bagus, enak dibaca dan dinikmati.

janji lho dek,
cepetan undang saya,udah ga tahan bawa bungkusan nich
(spertinya bungkusan kurang gede,ya dah bawa karung aja:mrgreen: )

Wah mana fotonya orang yang dibikinin puisi yah😀

jangan lupa ngundang kalau nikah ya… ^_^

#mbak cantik
ehm…spechless😳

#hadi arr
makasi bang, emang bener kalo kita mencintai yang tidak ada padanya berarti kita mencintai orang lain he..he..he..

#baliazura
yup, i keep my promise
doain aja ha, but don’t bring a sack with you👿

#sigid
masak fotonya mesti dipamerin mas? kan malu😳

#suandana
kalo aku undang emang mas adit mo datang??? hayooo….
tapi daripada mas adit nangis, aku undang deh:mrgreen:

aduh..puisinya adek…ga tahan dah..🙂

#bli made
he..he..he..kok bisa ga tahan bli?

Puisi ini mengingatkan aku pada karya Sapardi Djoko Damono.
Kalo nggak salah bunyinya gini :
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:/dengan kata yang tak sempat diucapkan/
kayu kepada api yang menjadikannya abu//aku ingin mencintaimu dengan sederhana:/dengan isyarat yang tak sempat disampaikan/awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Dalem….
sederhana…
Ngena…
Ciamik!

aku mencintaimu apa adanya….
ada jazz satu biji, ada tumpukan semen yang megah, dan ada mesin pencetak duit 😆
*tipe matre*

tapi membaca puisi diatas aku yakin itu tulus dari hati….
ditunggu undangannya :mrgreen:

#bang qizink
saya malah ga tau puisinya Sapardi Djoko Damono yang kayak ini bang he..he..he..🙂 jadi malu…

#Abeeayang
gubrakk…he..he..he..betul banget tuh, tipe matre emang kayak gitu:mrgreen:
wah kalo aku ngasi undangan mau datang tha ke denpasar??

@ adek
ya…kayak puisimu…asal ada
ada transpot, ada makan, ada tempat nginep, dan fasilitas laennya 😆

#Abeeayang
gubrakk…brak..bruk…jatuh dari kursi beneran nih..🙂
yah..plat “M” nya masih nempel juga ha..ha..ha..

ya…resiko orang yang mengundanglah….
*pembenaran* 😆

#abeeayang
aduh..cape deh..:mrgreen:

#mbak yoga
kok kayak komeng mbak?🙂

Wow, keren puisinya. Romatis banget. Ingat dalam puisi itua da janji pada diri sendiri. Salam kenal. http://awan8965.blogspot.com/

#awan
makasi bang awan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: