serve all & take nothing

Archive for Desember 2007

Tahun 2007 kan segera berlalu
2008 telah menanti didepan pintu
Tiba saatnya menghitung mundur waktu
Mulai dari tiga, dua dan satu
Eh tapi tunggu dulu..
Sudah siapkah aku?
Apa rencana dan agenda diriku di tahun baru?
Pastinya ingin merubah diri selalu
Berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu
Dapat kerjaan baru?
Punya rumah baru?
atau menikah di tahun itu?
Semua itu keinginan duniawiku
tapi yang jelas satu lagi keinginanku
Mari sambut sang tahun baru
Dengan doa dari semua umat tentu..
Memohon kedamaian dihati dan dibumi selalu
Selamat tahun baru..
Sambutlah dengan keceriaan hatimu..

Iklan

Sore ini aku sedang dalam perjalanan dari rumah menuju Denpasar. Seperti biasa melewati Jalan Bypass Ida Bagus Mantra. Jalan ini adalah salah satu jalan alternatif penghubung antara kota Denpasar dengan kota-kota lainnya di sebelah timur Denpasar seperti, Gianyar, Klungkung, Bangli dan Karangasem. Jalan ini sudah diselesaikan sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu. Dengan adanya jalan ini memang perjalanan menuju Klungkung atau Karangasem dapat ditempuh lebih cepat.
Hari hampir petang saat aku mulai memasuki Bypass di daerah Takmung Klungkung, dan agak terkejut melihat badan jalan sebelah kiri (yang dari arah timur) banyak terdapat lubang. Kalau pengemudi mobil atau pengendara sepeda motor tidak berhati-hati, bisa-bisa ban kendaraan slip karena lubang itu. Semula aku pikir lubang di sebelah kiri jalan itu tidak banyak, ternyata sepanjang jalan mulai dari Takmung hingga memasuki Bypass Ngurah Rai (hampir memasuki kota Denpasar) terdapat banyak lubang menganga. Ada yang kecil hingga besar kira-kira berdiameter 60cm dan kedalaman 10-15cm. Akupun beberapa kali sempat ngerem mendadak karena kaget tiba-tiba di depan atau disampingku ada lubang menganga (karena hari udah mulai gelap dan kacamataku ga mampu melihat jelas dari balik kaca helm ūüôā )
Kalau siang hari mungkin pengendara bisa lebih jelas melihat di depan mereka ada banyak “ranjau jalanan”, tapi kalau malam hari seperti ini tentunya berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan. Bukannya tidak mungkin lubang-lubang yang menganga lebar itu menyebabkan terjadinya kecelakaan dan memakan korban jiwa. Pantas saja kemarin petang saat aku dalam perjalanan pulang beberapa kali sempat hampir¬†diserempet mobil dan motor, rupanya mereka menghindari lubang-lubang yang menganga hingga ke tengah jalan.
Yang membuat aku heran, kenapa jalan itu bisa cepat rusak? (kurun waktu 5-6th itu cepat atau tidak sih?) Apakah karena setiap hari dilalui kendaraan besar atau memang saat pembuatan jalan, dananya lebih banyak di korupsi pemerintah hingga kualitas jalan menjadi tidak bagus?
Entahlah, ini hanya pandangan pribadiku sebagai orang awam sekaligus pengguna jalan yang menginginkan keamanan dan kenyamanan dalam berkendara. Apakah PEMDA setempat tidak mengetahui bahwa banyak terdapat kerusakan di jalan tersebut, hingga tidak dilakukan upaya perbaikan secepatnya? Sungguh memprihatinkan..

Dps,30 Desember’07

santa-2000.jpeg

In the holy night

Wish the spirit of Christmas

Could bring cheers and joy for million people

In the whole world

‚ÄúMERRY CHRISTMAS‚ÄĚ

To everyone who celebrates

May God bless all of us

Wish there are peace in heart

And peace on earth forever

Ini salah satu postingan ga penting :mrgreen:
yang terinspirasi dari kang rumahkayubekas

Aduh pusing..pusing
Lagi asik keliling-keliling
Menikmati waktu sempit untuk blogwalking
eh ternyata internet mati karena di timing

Kasian banget si adek jadi tengsin
Belum sempat comment tulisan yang dipostingin
Eh keburu internet dimatiin
Adek cuma melongo sambil membatin
“kasian deh gue internet dibatasin”
 

Bunda

Posted on: Desember 22, 2007

Bunda apa kabar hari ini?

Kutahu kata yang terangkai dariku

Takkan mampu membayar segala kasihmu

Segala cintamu yang tercurah untukku

Perhatian dan bimbingan yang kau berikan padaku

Hingga akhir dunia aku takkan bisa membalasnya

Bunda..

Adek sayang bunda

Adek tiada bisa berucap lagi

Selain kata “adek sayang bunda”

Selamat hari ibu bunda

Curhat

Posted on: Desember 21, 2007

Ini pembicaraan antara dua orang yang bernama A dan H di suatu siang
A : Kenapa kamu bisa merasa sakit?
H : Aku bukan sakit, tapi aku sedih. Ah…ternyata ga hanya sedih, sedihku¬† juga karena¬†¬† sakit
A : Aku jadi bingung dengan pembicaraanmu, kamu sakit karena dia? kamu  sedih karena dia?
H : He-eh, aku berusaha bersikap biasa, berusaha melupakan segala kenangan       tentang aku dan dia. Aku bisa menerima kenyataan bahwa kini dia sudah  menemukan orang yang mengerti dia
A : Lalu kenapa kamu masih merasa sedih dan sakit? bukankah kamu sudah merelakan kepergiannya untuk bahagia?
H : Aku sedih, karena temanku sendiri kini dekat dengan dia, aku sakit karena  dia bisa dekat dan berbagi cerita dengan temanku sendiri. Aku hanya  kecewa karena posisiku dulu diambil oleh temanku sendiri.
A : Lalu??
H : Yang membuat aku merasa kecewa, kenapa dia bisa berbagi cerita dengan       temanku sendiri sedangkan aku yakin dia tahu dan mengerti apa yang  tersirat dari wajahku. Kenapa temanku sendiri tega bercanda dan tertawa mesra  dengannya dihadapanku tanpa memikirkan perasaanku?
A : Kamu bilang dia sudah menemukan orang lain yang mengerti dia? apakah  itu temanmu?
H : Bukan, dia menemukan orang lain. Tapi sekarang dia juga dekat dengan   temanku. Aku sakit..aku sakit banget, menyadari tempatku diambil oleh  temanku sendiri. Tapi aku ga bisa protes atau marah padanya
A : Kenapa? bukankah mereka telah menyakitimu entah sengaja atau tidak?
H : Karena aku menyayanginya, aku hanya ingin dia bahagia meski aku sendiri tersiksa karena sakit, aku sedang belajar untuk mengikhlaskannya  agar tak merasakan sakit
A : Haruskah seperti itu? yah..demi kebaikan semua pihak, aku hanya¬† mendoakanmu bisa melewati semuanya dengan baik, jangan lagi ada sakit¬†¬† ūüôā
H : Makasi ya, karena hanya kamu yang kini mengerti aku…

Jiwa yang jauh..

Apa kabarmu hari ini?

Siang tadi seekor merpati menyapa

Ia membawa kabar untukku

Kabar bahagiakah ini?

Atau kabar buruk?

Haruskah aku bersedih untuk kabar ini?

Ataukah tersenyum bahagia?

Jiwa yang jauh..

Kutahu kau kan terus melangkah

Dan jiwa ini tiada boleh menghalangi

Jiwa ini inginkan kau tersenyum

Jiwa ini harapkan kau bahagia

Jiwa yang jauh..

Teriring doa untukmu

Dariku disudut ini

Bahagialah dalam perjalananmu

Dan tersenyumlah dalam penemuanmu

Aku kan tetap disini

Disudut gelap terangnya kisahku

Meski hanya sepenggal tersisa

Ia tlah menjadi lukisan dikanvas hidupku

Denpasar, 18 Des’07