serve all & take nothing

Bersandar di dinding

Posted on: Oktober 6, 2007

Tubuhku rasanya letih….seharian tak ada gairah di diri. Kalau sudah begini harus bagaimana untuk mendapatkan semangat kembali? Penat, dan pelupuk mata semakin berat. Terlebih kedua lensa yang selalu bertengger dihidungku, tergeletak manis diatas meja, semakin mengabur pandangan kedua mata. Meski beberapa menit lalu sempat kepala kuletakkan diatas meja dengan beralas dua tangan, bahkan hampir terbuai dan melayang dalam impian sekejap, itu belum cukup menghapus penatku, bahkan rasanya semakin berat. Aduuh…….kenapa jadi begini ????  padahal monitor didepanku seperti mata seseorang yang terus mengingatkan pada pekerjaanku hari ini, dan harus segera diselesaikan. Sambil bersandar di dinding, kuluruskan kedua kaki kedepan, tiba-tiba alunan musik hilang, hanya nyanyian printer masih berdendang. Ah…..rasanya nyaman tak ingin bergeming dari posisi bersandar di dinding……………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: