Posted by: adek on: Juli 25, 2008
Adakah yang pernah merasakan berada pada posisi terjepit, dimana kita harus menentukan langkah apa yang terbaik bagi semua pihak?. Posisi dimana pada saat yang bersamaan kesempatan datang menghampiri, namun terasa sulit dijangkau karena ada suatu hal yang menjadi kendala? Berada pada posisi seperti itu membuatku merasa agak patah semangat, bingung, takut mengambil keputusan yang salah, dan seribu satu rasa yang bercampur aduk. Aku merasa saat ini tiba waktunya bagi diriku untuk memutuskan apa yang terbaik bagi diri dan keluargaku. Tapi entah mengapa, ketika tanganku hendak meraih impian ( atau mungkin kesempatan yang datang menghampiriku? ) ada sedikit masalah yang menjadi batu sandungan? Jalan mana yang harus aku ambil? memutuskan untuk resign secepatnya dengan resiko ga ada referensi kerja dari perusahaan (atau syukur kalo dapat referensi tapi dengan catatan referensi kerja yang buruk, hanya karena aku minta resign tiba-tiba), tapi bisa bekerja di tempat yang aku inginkan dan idamkan sejak dulu? atau resign sebulan lagi dengan surat referensi dari perusahaan tempatku bekerja kini, namun dengan resiko kehilangan kesempatan untuk bekerja di tempat baru? (padahal aku kan ga tau kalo bakalan dapat kerja ditempat lain mendadak begini, jadi gimana dong? masak melepas kesempatan yang ada didepan mata sih???
) :cry: binun… what should i do??? ternyata susah banget jadi orang yang terlalu perasa ya??
Bikin matrix untung ruginya non… kalau banyak untungnya ambil lah… selain itu mantapkan hati dengan berdoa.
Terburu-buru, kondisi darurat, dan desakan masalah, biasanya akan memicu kurangnya kehati-hatian.
Perhitungan yang sembarangan, analisis resiko dan tanggung jawab yang kurang lengkap, terjepitlah hasilnya.
jadi gimana dong?
Hati-hati dalam melangkah dan Mempelajari peta permasalahan dengan baik, sebelum menentukan langkah
Salam kenal yah….
Bingung pegangan neng…hehehehe
yg penting tetap semangat yah…
salam dr nono…
persis sama apa yang saya rasakan sekarang..bingung abiez..bertahan atau meraih kesempatan lain..
wahh….perasa ya, lembut ya perasaannya.
perasa boleh asal jangan larut dg perasaan, persaingan siap menanti di depan sana. ingat berdoa dan berusaha jangan pernah menyerah dg perasaan. salam kenal
kok saya selalu mikir, kesempatan ga akan datang 2 kali yah??? tapi yah baiknya dipikir-pikir dulu sih….
Juli 25, 2008 pada 8:35 am
diam sebentar
yakinkan lagi apa yang benar-benar adek inginkan
lalu ambil keputusan
resiko itu hanya bayangan, selalu ikut
apapun keputusannya
gud luk sis