Posted by: adek on: April 18, 2008
Terkadang saat saya bertemu dengan orang-orang “sulit” (seperti uraian Gede Prama tentang “Belajar Dari Orang Sulit ), orang-orang disekitar saya yang terkadang suka bersikap seenaknya sendiri, orang yang mau menang sendiri, selalu mengeluh dan protes terhadap segala hal yang menurut dirinya tidak baik (sulit bagi saya untuk menyebutkan itu baik atau buruk, karena setiap orang memiliki persepsi dan sudut pandang yang berbeda) atau suka main sindir dengan segala embel-embel dan teman-temannya yang mengikuti dari belakang, sering membuat saya berpikir dan mengelus dada (kadang-kadang memancing emosi saya
).
Saat saya menghadapi situasi bertemu dengan orang “sulit” itu,pertanyaan pun berdatangan di kepala saya. Mengapa harus bersikap demikian, mengapa harus berkata seperti itu. Sungguh suatu sikap yang menurut saya sedikit keterlaluan. Tapi mungkin begitulah manusia, dengan watak dan karakter yang berbeda, pola pikir yang berbeda bisa menyebabkan suatu hal yang sifatnya sepele menjadi masalah besar dan meruncing menjadi permusuhan. Manusia dengan segala sifat ke-aku-annya, ego, rasa tak ingin disaingi, sering lupa untuk mengucap syukur hingga selalu mengeluh terhadap segala hal yang tak sesuai dengan keinginan dan pikirannya. Manusia dengan segala sifat “manusiawi”nya yang terkadang menjadi keterlaluan bila ia tidak bisa mengendalikan sifat “manusiawi”nya itu sendiri. Saya tidak ingin mendiskreditkan orang lain atau memasukkan seseorang dalam kategori “orang sulit” itu, karena saya sendiri tentunya masih sering terbelit dengan sifat “manusiawi” saya, dan akhirnya menjadi “orang sulit” bagi orang lain. Ketika saya berada pada posisi di rugikan atau disakiti oleh “orang sulit”, hati kecil saya tak akan mudah untuk menerimanya, namun bila saya selalu bersikap demikian apa bedanya saya dengan “orang sulit” lainnya? Mungkin inilah pembelajaran bagi saya pribadi untuk bisa mengendalikan sifat “manusiawi” saya sehingga saya tidak menjadi “orang sulit” bagi orang lain, dan bisa bersabar saat ada “orang sulit” yang menambah kesulitan hidup saya (belajar merubah energi positif menjadi energi negatif seperti kata Haryo Hardito,motivator ditempat saya bekerja).
* bingung dengan tulisan saya? saya ngerti,soalnya saya sendiri juga bingung nulis apaan
Itulah Manusia… SULIT
kok saya pusing ?
lupa kenalan…
salam,
paramarta
sulit sih endak….
selulit….iya…
*mantap banget topiknya bos…
ribet…binun..
Ini orangnya atau tulisannya sih yang sulit?
hehehe… Shanti De…
Kalau lagi ketemu yang sulit-sulit yang sabar ya Dik
mudah-mudahan aku tidak termasuk ya…
Tiada kesulitan, yang ada hanyalah kemalasan dan ketidak sabaran…
Yang sulit gak ada… cuma dipaksa sulit iya….
yang gampang di bwt sulit…
yang sulit malah dibikin tabah sulit…
kok bisa…
hikz… : (
April 18, 2008 pada 7:30 am
Hmm…
@_@
Memang. Saya jadi bingung. Sebenarnya, “orang sulit” itu ada ndak, sih?